Kecoa Master Survivor

Kecoa Master Survivor

Siapa saja yang berniat sebagai survivor, maka pelajaran pertama harus berguru pada kecoa. Itu gara-gara ada omongan orang entah siapa namanya yang bilang: Belajarlah dari kecoa. Sekuat-kuatnya kita menyiramnya ke dalam WC, mereka selalu berhasil keluar dan bahkan terbang.

Nah, kebetulan di rumah saya yang bersih dan sehat ini banyak kecoa keluyuran. Mereka datang dari mana? Cuma kecoa itu sendiri yang tahu. Yang jelas anak-anak saya adalah saksi dari kesongongan kecoa.

Iya kecoa itu songong. Nggak pernah dengarkan kata orang. Disuruh pergi malah mendekat dan seperti nggak peduli sama usaha orang yang mengusirnya. Sampai suatu saat saya memutuskan untuk mengizinkan anak saya menginjak kecoa sampai mati kalau mereka mengganggu.

Tapi sejauh ini cuma saya yang menyandang titel pembunuh kecoa. Dan saya baru sadar bahwa saya mungkin berdosa besar karena sering darah dingin saya pada kecoa. Yaitu setelah mendengar ceramah live streaming dari Masjid Ash-Shoobiriin dari KH.DR. Abdus Salam Nawawi,M.Ag. Saya biasanya hadir di masjid ini dan subuhan di sana, tapi hari ini saya kesiangan dan solat subuh di masjid dekat rumah.

Kiai Abdus Salam menyampaikan ceramah tentang sikap moderat Rasulullah. Sampai titik di mana beliau menyampaikan bahwa di Madinah saat Rasulullah masih hidup itu banyak anjingnya. “Orang Islam ini kan kadang bersikap gimana gitu pada anjing. Padahal Rasulullah itu biasa saja sama anjing. Beliau itu menyampaikan pada orang Madinah: kalau ada anjing minum dari bejanamu, buang sisanya dan cucilah 7 kali. Ada yang bilang: salah satu dari 7 kali itu campur dengan pasir,” terang Kiai Abdus Salam.

Rasulullah, sambungnya, nggak pernah menyuruh umatnya untuk mengikat anjing lalu menendangnya secara bergantian sampai mati – kalau anjing itu minum dari tempat minum manusia. “Sebab anjing itu ciptaan Allah juga. Kalau kita risih dengan suara anjing, kita harus ingat bahwa Allah yang memilihkan suara itu untuk diberikan pada anjing. Allah yang menciptakan suara anjing itu. Dan bisa jadi, anjing itu bertasbih pada Allah dengan guk..guk..guk..-nya itu. Sebab Allah tidak menciptakan makhluk kecuali untuk beribadah pada-Nya.”

Subhanallah.. Astaghfirullahaladzim. Itu berarti kecoa juga sama. Mungkin keluyuran di rumah itu adalah cara kecoa bertasbih pada Allah. Kalau diam dia akan lupa bertasbih. Seperti seorang yang kalau berhenti berjalan, berhenti juga dia bertasbih.

Itu berarti, kalau saya membunuh dan menginjak kecoa, saya telah membuatnya berhenti bertasbih. Waduuh..

Maka dengan ini saya berjanji, saya tidak akan membunuh kecoa lagi karena Allah. Semoga dengan begitu, siapa tahu ada tasbihnya kecoa yang bisa saya terima manfaatnya di akhirat nanti. Aamiin ya Rabb..

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .