Tugas Hafalan Bu Subaidah

Tugas Hafalan Bu Subaidah

Bu Subaidah mewajibkan hafalan doa pada setiap anak kelas 3 SMPN 1 Bangkalan. Menjadi bagian dari ujian praktek mata pelajaran agama. Dinilai satu persatu di musola sekolah yang lokasinya dekat kamar mandi.

Saya lupa suasana hati saat akan diuji waktu itu. Namun yang pasti, hafalan doa yang diwajibkan sebagai bahan ujian waktu itu saya pakai sampai sekarang. Betapa mulianya Bu Subaidah, amal jariyahnya terus mengalir.

Hafalan doa yang diajarkan Bu Subaidah itu pastinya bukan saya saja yang hafal. Ada 3 kelas waktu itu dan masing-masing jumlahnya 40 orang. Berarti dalam satu angkatan, 120 anak menghafalkan dan insya Allah mengamalkannya hingga dewasa. Sungguh mulia Bu Subaidah.

Doa yang beliau ajarkan itu sesungguhnya cukup panjang. Mungkin, kalau disuruh menghafal saat sekarang saya tidak akan mampu. Karena urusan sudah banyak dan pikiran bercabang ke mana-mana.

Hafalan itu sungguh melekat. Biasanya saya baca usai sholat, diamini anak-anak dan istri. Saya baca sejak nggak paham makna dan artinya, sampai akhirnya satu persatu saya ketahui maknanya. Ya sejak sering ikut pengajian di sekolah anak saya.

Karena doanya dalam bahasa Arab, saya nggak ngerti. Saya pernah beberapa kali berniat mencari arti doa itu di Google tapi nggak jadi jadi. Sampai akhirnya satu persatu saya dapatkan pengertiannya dari para ustadz di pengajian.

Dan saya sungguh bangga pada Bu Subaidah setelah saya paham doa itu. Pada usia 35 tahun inilah sebagian besar makna dari doa yang diajarkan Bu Subaidah itu saya pahami artinya.

Luar biasa. Ternyata selama ini saya sudah berdoa meminta pada Allah memberikan keselamatan di dunia, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang berkah, Islam hingga maut datang, memohon dikaruniai takwa, harga diri dan kemampuan menghadapi hidup.

Ternyata juga, sejak dulu sebelum menikah dan punya anak, saya sudah berdoa pada Allah agar dikaruniai anak yang sholeh dan jadi pemimpin di antara orang-orang baik. Doa agar Allah menyayangi orang tua dan sesama muslim tentu tak ketinggalan. Serta doa mulia di dunia dan akhirat, dan dijauhkan dari siksa neraka.

Semoga Bu Subaidah mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Telah menjadikan murid-muridnya menghafal doa-doa tersebut. Ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya, salah satu muridnya. Terima kasih Bu. Allahuakbar. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .