Cerita Dunia untuk Anak-Anak

Cerita Dunia untuk Anak-Anak

Seorang teman yang sering bertengkar dengan saya memberi buku. Isinya tentang kisah Rasulullah, para sahabat dan keluarga beliau. Di buku itu juga dijelaskan berbagai fadilah amal.

Sebenarnya, cerita-cerita yang ada di buku itu adalah cerita tentang dunia. Cerita tentang kehidupan yang saya dan kita semua sedang jalani sekarang dan akan dijalani anak-anak kita kelak.

Sungguh buku dari teman yang sering bertengkar dengan itu telah menggambarkan semua. Bahkan sangat spesifik. Isinya dunia itu sejak masa Rasulullah sama saja.

Bukan sejak zaman Rasulullah saja, sebenarnya sejak zaman Nabi Adam masih hidup pun sepertinya juga sama. Ya begitu itu.

Ada yang baik, jahat, baik tapi jahat, jahat tapi baik. Juga ada yang rajin ibadah tapi dzalim, dzalim tapi rajin ibadah. Bagaimana bisa kecampur-campur begitu yah? Itu rahasia Allah. Yang saya yakin intinya adalah supaya kita tahu arti bersabar dan pasrah hanya pada Allah.

Saya sempat akan menulis tentang orang-orang yang saya kenal. Orang-orang yang perilakunya begini dan begitu. Tapi sepertinya semua sudah ada dalam buku yang diberi teman sepertengkaran saya itu.

Jadi, ya sudah. Anak-anak saya nanti akan saya suruh baca buku itu aja. Dan buku-buku lain yang isinya cerita tentang kehidupan di dunia semuanya.

Nah, cerita-cerita tentang dunia dan ditulis di buku-buku itu sesungguhnya sudah ada dalam Alquran. Dan sejauh ini yang saya tahu hanya ada dua orang tokoh jahil dalam Alquran yang tidak akan ada lagi di dunia. Yaitu, Abu Lahab dan Qorun.

Kata Ustadz Moh. Yahya, penafsir tematik Alquran, kalau Alquran menyebut nama orang ‘maka orang itu tidak akan ada lagi di kehidupan dunia.

Tapi jika Alquran tidak menyebut nama seseorang, maka orang anonim itu hampir bisa dipastikan akan ada lagi di kehidupan ini. Dan Alquran kebanyakan menyebut kaum atau orang yang jahil dan dzalim itu dengan nama anonim.

Itu berarti orang-orang yang berkhianat, menipu, dzalim dan munafik dalam kisah-kisah nabi dan rasul akan ada lagi di masa kini dan akan datang. Itu lah kenapa Allah dengan firman-Nya Alquran dan Rasulullah selalu mengingatkan agar selalu bertawakkal.

Manusia nggak bisa mengalahkan manusia. Manusia nggak bisa mengalahkan setan. Hanya Allah yang bisa menundukkan semua ciptaan-Nya.

Semoga Allah selalu bersama kita apapun yang terjadi. Wallahua’lam bishawab. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .