Menjadi seperti Harapan Orang Lain

Menjadi seperti Harapan Orang Lain

Kadang manusia nggak cukup hanya berharap pada Tuhannya. Mereka memilih berharap pada orang lain.

Manusia yang begitu itu selalu ingin orang lain menjadi seperti keinginannya. Berharap manusia bisa memenuhi keinginannya secepat “Google” menjawab pertanyaan kita di kolom pencarian.

Menjadi besar harapan pada orang lain disebabkan Tuhan nggak bisa dipaksa memenuhi keinginannya. Memaksa Allah tidak bisa seperti memaksa manusia: diiming-imingi, diteriaki, dimarahi, dirayu atau diancam.

Google lebih cepat memenuhi kebutuhan kita daripada Tuhan. Dan seperti itulah harapan manusia satu pada manusia lainnya setelah ada Google.

Anehnya, saya beberapa kali bertemu dengan orang yang seperti itu dengan tipikal-tipikal yang beda.

1. Berharap pada manusia lain karena kekuasaan.

Ini biasanya terjadi pada manusia yang merasa lebih rendah/tinggi derajatnya daripada manusia yang diharapkannya atas dasar kekuasaan.

2. Berharap karena kekayaan

Banyak banget orang sepert ini dan saya nggak perlu contoh.

3. Berharap karena suka meremehkan

Yang ketiga ini kasus spesial. Sebab, biasanya terjadi pada orang-orang yang merasa hebat dan menganggap orang lain remeh. Pertanyaannya, di mana letak kehebatan seseorang yang masih mengharap pada manusia lain yang diremehkannya? wkwkwk.

Sungguh yang ketiga ini banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Orang hebat yang meremehkan orang lain tapi menaruh harapan besar pada orang yang diremehkannya. Ya, ini seperti seseorang yang meludah di wadah minumnya.

Hanya orang-orang yang pernah mengalami yang bisa memahami kasus ini. Yaitu, mengalami sebagai orang yang diremehkan tapi diharapkan. Atau diharapkan sambil diremehkan.

Ini juga sebagai introspeksi karena saya mungkin pernah ato sering bersikap begitu pada orang lain. Meski menurut saya, mengharap sambil meremehkan atau meremehkan sambil mengharap itu adalah perilaku yang tak terasa.

Entah bagaimana itu menjadi tidak terasa. Mungkin karena sudah kebiasaan sehingga menjadi tabiat.

Lalu bagaimana cara untuk menjadi manusia seperti yang diharapkan orang lain?

Kita bisa sesekali menjadi manusia sesuai harapan orang lain sejauh orang lain itu sadar. Sadar bahwa kita juga membutuhkan sesuatu dari orang tersebut. Hidup sudah telanjur penuh kepentingan.

Sehingga feedback hope ini harus imbang. Jika tidak maka akan seperti pedagang yang kesepian.

Yaitu pedagang yang hanya perlu menjual miliknya tanpa memikirkan kepuasan pembelinya. Si pedagang akan terus berjualan, tapi konsumennya hanyalah orang yang kesasar.

Semoga kita dijauhkan dari berharap dan takut selain pada Allah.. Aamiin. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .