Menjaga Lumba-Lumba Betah di Perairan Pulau Mandangin – Sampang

Menjaga Lumba-Lumba Betah di Perairan Pulau Mandangin – Sampang

Akun facebook seorang teman di Sampang memosting video segerombolan lumba-lumba. Teman itu bukan sedang berada di Pantai Lovina – Bali. Dia sedang berada di Sampang, menyeberang ke Pulau Mandangin yang juga di Sampang.

Lumba-lumba itu mengiringi dan bermain-main di depan kapal rakyat yang ditumpangi teman tadi. Dengan girang di video itu dia bilang: “Lumba-lumba gaessss…”

Maklum, mungkin dia baru pertama lihat lumba-lumba. Atau baru lihat lumba-lumba lagi setelah sekian lama, kangen. Kemungkinan lainnya, dia bangga banget karena di tempatnya ada lumba-lumba seperti di tempat lain yang pernah dia kunjungi sebelumnya.

Banyak orang melihat video itu dan mengomentarinya. Di antaranya bertanya lokasi dan berkomentar takjub.

Saya beberapa kali menyeberang ke Pulau Mandangin, tapi memang belum pernah lihat lumba-lumba. Saya pernah lihat bahkan berenang bareng lumba-lumba di Pantai Lovina – Bali.

Baca juga: Mendorong Desa Tetap Menghasilkan Buah

Bagus sekali jika di perairan menuju Pulau Mandangin dari Sampang ada gerombolan lumba-lumba. Itu bisa jadi objek wisata yang bisa dijual untuk tambah penghasilan warga. Seperti di Lovina, warga di sana menjual jasa ke tengah laut dengan kapal kecil untuk melihat lumba-lumba yang sedang mencari makan.

Di Lovina kemunculan lumba-lumba sudah ditandai oleh warga di sana. Wisatawan yang pengin lihat atau berenang dengan lumba-lumba harus berangkat pagi setelah subuh. Perjalanan setengah jam ke tengah laut, di sanalah lumba-lumba berkumpul mencari makan. Berebut dengan burung-burung yang cari makan juga.

Wisatawan yang beruntung bisa bermain dengan lumba-lumba yang mendekati kapalnya. Yang kurang beruntung harus mengejar gerombolan lumba-lumba. Pengemudi kapal wisata sudah paham betul di mana gerombolan lumba-lumba bisa ditemukan.

Dari jam setengah 6 sampai kurang lebih sejam, wisatawan bisa bermain dan kejar-kejaran dengan gerombolan lumba-lumba. Setelah itu pengemudi kapal akan mengajak wisatawan pulang. Dalam sehari hanya ada satu kali perjalanan wisata ke tengah laut itu. Ya cuma pas pagi itu saja.

Saya sempat ngobrol pada pengemudi kapal yang membawa rombongan wisatawan ke tengah laut. Katanya Lovina memang rumah bagi lumba-lumba. Mereka bisa muncul kapan saja. Tapi wisatawan biasanya suka pagi-pagi sekaligus melihat matahari terbit.

Menurut pengemudi kapal itu, sebenarnya warga juga punya andil menjaga lumba-lumba itu tetap di sana. Yang pertama sekali adalah meyakini bahwa keberadaan lumba-lumba itu merupakan berkah bagi mereka. Sehingga, warga tak mengusik keberadaan lumba-lumba itu.

Kedua, warga tidak over fishing. Menangkap ikan seperlunya saja di kawasan sekitar kerumunan lumba-lumba sering muncul. Bahkan, sejak lama banyak nelayan yang berhenti mencari ikan dan fokus jadi pelaku wisata. Yaitu, mengantar wisatawan ke tengah laut untuk melihat lumba-lumba bermain. Penghasilan sebagai pelaku wisata sudah cukup bagi warga sekitar untuk hidup.

Selanjutnya, warga di sekitar Lovina memelihara lumba-lumba iu dengan cara mereka sendiri. Sepertinya yang satu ini rahasia mereka sendiri.

Andil warga sangat penting menjaga keberadaan lumba-lumba di sekitar mereka. Yang penting jangan diusik dan jika perlu sediakan ruang yang cukup pagi lumba-lumba untuk mencari makan di sekitar situ.

Nah, jika warga Sampang utamanya warga Pulau Mandangin bisa menjaga keberadaan lumba-lumba di sekitar mereka, ikan bersahabat itu pasti betah di perairannya. Dan kalau sudah betah, antraksi lumba-lumba akan jadi perhatian dan daya tarik wisata.

Lumba-lumba Madura di Perairan Pulau Mandangin. Semoga mereka betah di sana. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .