Mengubah Streotip Madura di Mesin Pencari

Mengubah Streotip Madura di Mesin Pencari

“Ada yang pernah searching di Google dengan kata kunci Madura?”

Semua menjawab pernah.

“Apa hasilnya?”

Carok, pembunuhan, profil suku Madura, berita pemerkosaan, narkoba, perampokan, begal, perampokan, kisruh pilkades, jembatan ambruk, pasar tumpah dan lain-lain.

Sambil menyebutkan hasil pencarian di Google search itu semua peserta tertawa. Tapi tertawa bukan karena senang, bangga dan bahagia. Itu tawa kesedihan.

Maka saya bilang pada mereka bahwa itu semua bisa berubah dengan usaha bersama. Selama ini belum ada usaha gotong royong di seluruh Madura mengubah citra di dunia maya.

Kalau kita mau, sangat bisa. Caranya dengan memanfaatkan fasilitas gratis dari Google bagi pemula yang tidak mampu membeli ekstensi .com, .id, .net atau yang lainnya. Yaitu fasilitas blogspot.com.

Mereka yang ada di hadapan saya pada 2-5 Desember 2019 itu adalah peserta pelatihan “Travel & Food Blogger”. Jumlahnya sekitar 60 orang. Mereka diundang Bakorwil Pamekasan untuk dijadikan agen perubahan.

Agen perubahan?? Iya, agen perubahan di dunia maya dengan blog. Supaya ketika orang mengetik kata kunci “Madura” di mesin pencari -Google, Bing, Yahoo atau lainnya- maka yang keluar atau ditampilkan di halaman utamanya adalah tempat wisata atau kuliner Madura.

Bukan seperti yang sampai sekarang masih terjadi. Ketika mengetik Madura, maka mesin pencari akan menyuguhkan Madura tentang carok, pembunuhan atau hal negatif lainnya. “Sekarang sudah agak mendingan. Sejak beberapa tahun pencarian kata kunci Madura sudah sedikit tertolong adanya club sepak bola Madura United (MU),” kata saya pada peserta itu.

Tapi saya yakin, jika peserta pelatihan blog itu mau dan mampu, maka perubahan citra dan streotip Madura ada di ujung jempol dan jari mereka. Konten dalam blog-blog Madura akan jadi referensi yang baik jika orang “searching” Madura.

Kita tahu bersama, hingga saat ini belum ada blog atau website di Madura yang cukup kredibel menampilkan Madura. Saya masih belum benar-benar menemukan referensi yag valid di Madura untuk menjelaskan tempat wisata atau kuliner maupun produk lain di Madura. Padahal siapa saja bisa membuatnya, termasuk saya..hehehe.

Sebenarnya saya sudah berusaha dua kali. Semua gagal karena banyak faktor. Utamanya karena konsistensi yang tidak kokoh.

Yang banyak saat ini adalah akun-akun instagram yang menampilkan kuliner dan tempat wisata di Madura. Namun, keterangannya kurang valid. Sangat disayangkan. Biasanya hanya menampilkan foto dan kata-kata lebay, omong kosong atau mengeluh.

Saya pernah melatih millenial di Sampang untuk menjadi konten kreator agar membuat konten yang valid dan bermanfaat. Tapi, hingga saat ini masih belum kelihatan hasilnya. Padahal, Sampang sedang gencar mempromosikan potensi wisatanya.

Yang dilakukan oleh Bakorwil Pamekasan ini adalah upaya lanjutan agar ada sumber informasi yang valid tentang wisata di Madura. Idenya, melahirkan Blogger baru di Madura.

Ide itu disetujui dan difasilitasi Bakorwil Pamekasan. Pelatihan 4 hari, 4 malam dilakukan. Peserta diberi bekal cara membuat blog oleh Zaman Gunawan, Blogger asal Sampang. Sehingga masing-masing punya domain blogspot.com.

Mereka juga dibekali pengetahuan menulis yang menurut saya cukup detil. Semua pengetahuan saya tentang blog sudah diserahkan pada mereka. Begitu juga dengan pengetahuan fotografi yang disampaikan Lulus Andika. Setengah hari mereka belajar fotografi travel dan kuliner.

Mereka juga diajak field trip oleh Vicky Faisal yang merupakan praktisi wisata. Kemudian di akhir kegiatan ada praktik menulis, fotografi dan posting tulisan blogspot masing-masing.

Namanya juga usaha. Ada yang blognya sudah bagus, tulisan dan fotonya juga sudah bagus. Namun, ada juga yang membuat blog saja belum. Itu dinamika pelatihan.

Sebelum bubar, seperti biasa saya berpesan pada para calon penulisan dan Blogger itu untuk suka membaca. “Rajin menulis harus rajin membaca”. Semoga ilmu yang mereka terima tidak sia-sia dan bisa membantu Madura mengubah citra dan streotipnya di dunia maya.

Yang penting lagi, semoga mereka bisa menjadi Blogger yang dapat mencerahkan orang tentang wisata, kuliner dan apapun tentang Madura. Sehingga tulisan mereka menjadi referensi yang kredibel tentang Madura. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .