Makin Banyak Sampah: Dampak  APBN 2020 pada Lingkungan

Makin Banyak Sampah: Dampak  APBN 2020 pada Lingkungan

Kemiskinan diprediksi turun. Makin banyak orang kaya, makin banyak sampah. Percayalah !!!

File PDF Pokok-Pokok APBN 2020 sudah beredar di grup – grup WA pecinta dan pemerhati negeri ini. Tidak terkecuali di grup – grup WA pecinta dan pemerhati lingkungan.

Sekilas jika diperhatikan APBN 2020 begitu ideal. Pertumbuhan ekonomi membaik dan angka kemiskinan turun. Itu berarti orang kaya akan bertambah, orang setengah kaya juga nambah, orang miskin makin sedikit.

Apa dampak makin banyaknya orang kaya dan setengah kaya?? Sampah.

Iya sampah. Karena sampah adalah simbol peradaban dan simbol kemajuan ekonomi. Lebih spesifik lagi, plastik.

Hampir bisa dipastikan, makin banyak duit seseorang maka akan kian banyak dia menghasilkan sampah. Karena konsumsinya meningkat, yang berdampak pada sisa konsumsinya juga akan banyak.

Dalam hal peningkatan konsumsi ini, tentu kita tidak bisa hanya bicara plastik. Peningkatan konsumsi karena banyak duit akan menghasilkan sampah yang bermacam-macam.

Dampak peningkatan konsumsi pada peningkatan volume sampah itu tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Desa pun akan mengalami dampak peningkatan volume sampah jika ekonomi penduduknya membaik.

Penduduk kota dan desa akan mirip pola konsumsinya. Dan kita tahu, segala bentuk produk yang ditawarkan pada masyarakat saat ini sudah berkemas. Sampah pertama yang akan ditimbulkan adalah sampah kemasan.

Sampah selanjutnya akan timbul dari sisa konsumsi. Sebagian besar barang konsumsi baik makanan, minuman atau lainnya pasti menyisakan sampah. Di antaranya sampah plastik, kertas, kaca, besi, multilayer, sampah organik dan lain sebagainya.

Itu konsumsi yang menimbulkan sampah di tempat tinggal mereka masing-masing. Bagaimana dengan sampah yang timbul di perjalanan dan tempat wisata?

Kita tahu bahwa pertumbuhan ekonomi juga bakal berdampak pada sisi pemenuhan kebutuhan tersier. Rekreasi adalah kebutuhan tersier yang jika seseorang membaik ekonominya kegiatan ini akan dilakukan.

Maka selanjutnya, sampah akan timbul di tempat-tempat rekreasi dan sepanjang perjalanan. Makin banyak orang kaya atau setengah kaya pelesir maka volume sampah juga akan makin banyak.

Alokasi APBN 2020 untuk Lingkungan Kecil

Nah, setelah membaca (lihat foto) prediks – prediksi ekonomi terkait pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan serta ketimpangan ekonomi (indeks gini) sekarang waktunya kita mengintip belanja APBN 2020 untuk lingkungan. Nilainya ketiga paling kecil setelah alokasi anggaran untuk bidang pariwisata dan agama.

Belanja APBN 2020 menurut fungsinya perlindungan lingkungan hidup hanya sebesar Rp 18,4 triliun dari total Rp 1.683,5 triliun. Itu berarti alokasi APBN 2020 untuk perlindungan lingkungan hanya 1,09 persen dari belanja negara.

Perlindungan lingkungan tidak termasuk dalam 3 fungsi terbesar belanja negara. Mungkin karena persoalan lingkungan di Indonesia tidak terlalu signifikan.

Sebenarnya sedih mendapati kenyataan alokasi APBN 2020 untuk perlindungan lingkungan yang kecil itu. Tapi nilai Rp 18,4 triliun itu jelas lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Semoga saja dana sekecil itu cukup untuk mengatasi persoalan lingkungan di seluruh Indonesia. Masalah lingkungan bukan hanya persoalan sampah loh. Indonesia cukup banyak masalah lingkungannya. Kebakaran hutan, perubahan iklim, polusi, pertumbuhan penduduk, penipisan sumber daya alam, pencemaran laut/sungai/danau, kepunahan keanekaragaman hayati, deforestasi (penggundulan hutan), dan masih banyak lagi.

Kita patut prihatin atas kecilnya perhatian pemerintah pada lingkungan. Perhatian yang kecil itu jelas paradoks dengan tren dunia yang mendorong pembangunan dengan konsep green living. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

%d blogger menyukai ini: