Mengolah Sampah sesuai Hadist Rasulullah

Mengolah Sampah sesuai Hadist Rasulullah

“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka”

Hadist Rasulullah di atas mungkin ditujukan bagi umat muslim terkait dengan kualitas keimanannya. Tapi hadist itu bisa berlaku sangat universal pada hal lainnya. Salah satunya untuk pengelolaan sampah.

Dan tampaknya di awal tahun begini hadist tersebut bisa menjadi motivasi untuk kita semua untuk memperbaiki tata kelola sampah dari lingkup kecil hingga lingkup yang sangat luas. Dengan hadist Rasulullah itu juga kita bisa mendorong pemerintah atau siapapun pengambil kebijakan soal sampah bisa memperbaiki kinerja.

Kita semua sama-sama tahu lah bagaimana kondisi persampahan kita di seluruh Indonesia. Pengelolaan sampah masih amburadul. Di Jakarta sampah dikatakan Presiden Jokowi sebagai penyebab banjir besar di awal 2020.

Di tempat lain sampah menjadi masalah lingkungan. Menyebabkan dampak kesehatan pada manusia. Membuat keanekaragaman hayati punah. Menciptakan gunungan sampah. Membuat keindahan alam rusak dan sebagainya.

Semua itu sesungguhnya karena pengelolaan sampah yang tidak benar. Padahal Undang-undang Pengelolaan Sampah (UUPS) Nomor 18 Tahun 2008 sudah secara komprehensif dan holistic sudah memberikan aturan yang bagus. Cukup dengan UUPS itu persoalan sampah akan selesai. Bukan pura-pura diselesaikan seperti yang berjalan hingga saat ini.

Dengan pengelolaan sampah seperti yang sudah dilakukan, semoga pada 2020 ini akan ada perbaikan. Jika ada perbaikan dalam penanganan sampah maka kita semua akan beruntung.

Namun, sebaliknya seperti dalam hadist Rasulullah. Jika penanganan sampah tetap seperti yang lalu, maka kita akan rugi. Dan apabila penanganan sampah pada tahun baru ini makin buruk, maka celakalah kita.

Sekarang tinggal bagaimana kita akan bertindak. Mau memperbaiki penanganan sampah, membiarkan penanganan sampah tetap seperti yang lalu lalu atau justru akan memperburuk penanganan sampah.

Pilihannya: ingin beruntung, mau rugi atau siap celaka karena sampah dan penangannya. Semoga kita semua jadi bagian orang-orang yang beruntung. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

%d blogger menyukai ini: