Budaya Bersih Bikin Desa Pujon Kidul Berdaya dan Kaya

Budaya Bersih Bikin Desa Pujon Kidul Berdaya dan Kaya

“Kalau masyarakat sudah sadar tentang kebersihan, hasilnya luar biasa.”

Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang memulai segalanya dengan membudayakan kebersihan. Maka tidak heran, mulai dari ujung jalan masuk menuju desa ini tak ada sampah berserakan.

Karena bersih tempat Desa Pujon Kidul ini terus berkembang jadi tempat wisata yang dikunjungi orang se Indonesia.

Jangan kira tempat ini dekat dengan jalan besar atau jalan protokol nasional atau provinsi. Akses menuju tempat ini cukup jauh dari kota, jalannya kecil tapi sudah diupayakan tidak ada jeglongan dan (yang paling penting) bus besar bisa masuk.

Bus itu membawa puluhan penumpang. Kalo ada 4 bus masuk secara bersamaan, berarti ada sekitar 200 orang masuk bersama ke wisata desa itu. Saya datang bersama istri dan anak-anak ke desa itu.

Awalnya, saya hanya mengira “Cafe Sawah” itu hanya warung biasa tapi luas. Paling- paling hanya warung yang memanfaatkan pemandangan sawah. Tapi begitu melihat tempat parkiran yang luas saya mulai bertanya-tanya lagi. Warungnya seperti apa?

Setelah antre masuk parkiran sekitar 15 menit, kami turun dari mobil. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang plus Rp 5.000 untuk parkir mobil. Sepanjang jalan masuk parkiran itu ada kios-kios.

Kios yang berjejer itu ada yang jual minuman, kaos, buah, sayur, topi dan makanan. Setelah memarkir mobil kami diarahkan ke arah timur parkiran. Yaitu menuju Cafe Sawah.

Sepanjang jalan menurun menuju Cafe Sawah ternyata masih ada kios-kios lagi. Ada tempat bermain, ada taman budaya dan food court.

Luar biasa. Tempat itu adalah desa wisata yang kompleks. Fashion, fun dan food lengkap tersedia. “Cafe Sawah” yang sedari awal adalah tujuan wisatawan juga sangat tidak mengecewakan.

“Cafe Sawah” berlatar belakang pemandangan gunung, terdapat tempat makan yang kanan kirinya ada kebun sayur dan kolam ikan. Sungguh pemandangan yang indah.

Untuk menjaga kebersihan, semua lokasi yang berpotensi jadi tempat nyampah dipasangi tempat sampah. Di setiap spot foto dipasangi imbauan agar tak buang sampah sembarangan dan tentang betapa berharganya kebersihan.

Fashion, food dan fun di semua kompleks desa wisata itu relatif murah. Dan semua-muanya yang jadi pelaku adalah warga Desa Pujon Kidul. Karena usaha ini memang dikelola oleh pemerintahan desa.

Bisa dibayangkan, kalau setiap Sabtu-Minggu ada 5.000 pengunjung. Setiap bulan desa itu menghasilkan uang Rp 100 juta dari tiket masuk saja. Belum dari parkirnya dan penjualan di kios-kios yang ada. Perekonomian di desa itu sangat hidup.

Dan itu semua berawal dari kesadaran masyarakat tentang kebersihan. Seperti kata teman saya asal Malang yang tahu bagaimana proses desa wisata itu hingga akhirnya jadi keren seperti sekarang. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

1 comment
  • Ya wajar aja karena dana alokasi umum dari pemeritah pusat + dana desa cukup besar untuk prop. Jawa Tengah dgn jumlah penduduknya sebanya 36 jt jumlah kota/kabupaten sebanyah 35, begitu juga jawa Timur jumlah penduduknya 37 jt jumlah kota/kabupatennya 35, tapi Jawa Barat dengan Jumlah penduduk 49 jt tapi jumlah kota/kabupatennya cuma 27 , ya jelaslah lebih sejahtera Jateng dan Jatim ketimbang Jabar

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .