Mengubah Kebiasaan Nyampah di Kegiatan Massal dengan Waste Management

Mengubah Kebiasaan Nyampah di Kegiatan Massal dengan Waste Management

“Kegiatan manusia selalu menyisakan sampah. Selalu !!”

Kegiatan manusia di mana pun, kapan pun, apa pun, untuk apa pun, siapa pun dan dengan alasan apa pun selalu menyisakan sampah. Yang mana sampah-sampah itu ditimbulkan oleh peserta kegiatan, tapi kemudian orang lain yang disuruh membersihkannya. Enak banget kan??

Biasanya suatu kegiatan menjadi kelalaian massal dalam soal sampah. Hampir tidak ada bedanya, kegiatan senang-senang dengan kegiatan keagamaan. Semuanya menyisakan sampah. Padahal, tak satu pun agama membolehkan buang sampah sembarangan.

Sungguh semua itu harus diubah. Orang-orang yang datang dalam kegiatan apapun harus dibangun kesadarannya agar mulai peduli. Agar mereka tidak menyisakan sampah di aktivitas apapun.

Maka pada Sabtu, 2 Februari 2020 lalu bersama dengan komunitas Bangkalan Olah Sampah (BOS) mengupayakan perubahan itu. Kami meluncur ke Pamekasan yang di sana akan ada kegiatan konser amal Nisa Sabyan.

Sampai di Pamekasan kami bertemu dengan relawan dari panitia yang memungut sampah penonton. Mereka memungut sampah sambil dilihat penonton konser tanpa ada maksud membantu.

Itu sebuah kesalahan. Konsep kerja relawan bukan begitu.

Saya kemudian memanggil relawan itu agar berhenti memunguti sampah penonton. Kemudian saya mendatangi panitia di panggung. Saya meminta si pembawa acara konser supaya mengingatkan penonton agar membawa sampahnya ke tempat sampah, atau memasukkan sampahnya ke trashbag yang dibawa relawan.

Kami kemudian menyebar trashbag ke jalur pintu keluar konser. Bersamaan dengan itu kami bertemu Ketua Komunitas Peduli Mangrove Madura (KPMM) Bu Endang.

Kepada panitia disampaikan bahwa kami datang bukan untuk memunguti sampah penonton. Kedatangan kami adalah untuk mengedukasi penonton agar tidak meninggalkan sampahnya. Caranya, dengan membawa sampah mereka ke tempat-tempat sampah yang disediakan panitia.

Setelah diumumkan di sela konser amal itu, kondisi menjadi agak lumayan. Beberapa penonton terlihat membawa sampahnya dan membuangnya ke tempat sampah yang disediakan panitia. Meski begitu masih banyak yang tersisa.

Kami sadar bahwa tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang biasa lalai pada sampahnya di kegiatan ramai seperti itu. Namun, bukan hal yang tidak mungkin untuk mengubah kebiasaan masyarakat.

Saya ingat sekali pada saat terjadi aksi demonstrasi besar-besaran di Surabaya 26 September 2019. Di mana saya bersama puluhan relawan dari World Cleanup Day (WCD) Surabaya dan Mahasiswa Universitas Airlangga ikut aksi untuk memunguti sampah para pendemo yang jumlahnya ribuan.

Hari itu saya dan teman-teman relawan sampah begitu terkesima. Karena semua pendemo menyimpan sampahnya di kantong pakaian atau di tas mereka. Saat kami lewat membawa trashbag, ramai-ramailah para pendemo itu memasukkan sampahnya. Itu adalah kegiatan demonstrasi yang bersih.

Maka sebenarnya di manapun, kapanpun, untuk apapun, siapapun yang melakukan kegiatan pasti bisa melakukan hal yang sama. Mengajak semua peserta aktivitas atau kegiatan peduli pada sampahnya. Ditambah lagi dengan kepedulian untuk memilah sampah.

Sehingga, siapapun yang kemudian bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan dari kegiatan itu dapat mengolahnya. Menjadikannya sebagai material daur ulang sehingga tidak menjadi beban lingkungan.

Semoga catatan ini dibaca para pegiat acara atau aktivitas lain yang melibatkan orang banyak. Sehingga, sebelum kegiatan dilaksanakan ‘persiapan untuk pengelolaan sampah dari kegiatan itu bisa teratur dan pada akhirnya tidak menambah beban lingkungan dan orang lain (petugas kebersihan). Melainkan dapat menjadi berkah bagi para pengelola sampah. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .