“Dirty Mental Disorder”, Virus dari Sampah yang Lebih Bahaya dari Corona

“Dirty Mental Disorder”, Virus dari Sampah yang Lebih Bahaya dari Corona

“Tempat kita harus bersih, tempat lain kotor: bukan urusan kita!”

Virus ini berasal dari dan karena sampah. Virus Corona, HIV/AIDS, Kanker dan sebut semua virus yang dikenal berbahaya pasti kalah bahaya dengan virus “Dirty Mental Disorder (DMD)/Gangguan Mental Kotor” ini. Karena virus selain DMD pasti mati jika tak mendapat inang. Sedangkan DMD bisa hidup di mana dan menyerang siapa dan apa saja.

Ciri seseorang terjangkit virus DMD adalah sebagai berikut:

1. Sangat cinta kebersihan tapi suka mengotori tempat selain yang ditempatinya sendiri.

2. Menjadikan sampah yang ditimbulkannya sebagai tanggung jawab orang lain.

3. Jijik pada hal-hal yang kotor tapi tidak mau membersihkannya.

4. Suka makan dari sumber-sumber yang tidak halal terutama dari APBD/N atau sumber lain yang berkaitan dengan penanganan sampah dan lingkungan.

5. Selalu mengusung prinsip ramah lingkungan untuk menjual produknya yang sebenarnya tidak ramah – ramah amat pada lingkungan.

6. Suka melarang plastik untuk mempersiapkan bisnis penggantinya.

7. Cenderung mengabaikan aturan dalam menangani sampah.

8. Hobi menyiasati aturan persampahan dan lingkungan untuk kepentingannya sendiri dan kelompoknya.

9. Bersemangat menghamburkan uang rakyat untuk kegiatan lingkungan tapi hasilnya nihil.

Nah, dari semua ciri tersebut tentunya kita dapat melihat betapa berbahayanya virus DMD tersebut. Bukan hanya berbahaya pada manusia, tapi juga berbahaya bagi lingkungan dan uang rakyat.

Orang-orang yang menjadi inang DMD ini akan memperlihatkan perilaku yang seperti belut. Licin dan berbelit-belit serta selalu bertahan pada hal-hal yang menurutnya benar meskipun melanggar aturan-aturan yang ada.

Namun demikian, orang dengan virus DMD itu sesungguhnya tahu bahwa mereka salah. Disebut gangguan mental karena kebenaran yang ada di depan matanya tak membuatnya sadar. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

%d blogger menyukai ini: