Keseriusan Pengelolaan Sampah Direnggut Para Entertainer

Keseriusan Pengelolaan Sampah Direnggut Para Entertainer

“Sampah itu berkah bagi siapa saja, tapi bisa jadi musibah bagi yang mempermainkannya.”

Hari demi hari upaya pengelolaan sampah mulai menjadi isu yang mengemuka. Makin banyak pihak ingin terlibat. Siap jadi garda depan perbaikan pengelolaan sampah.

Akhirnya banyak kegiatan yang mengusung isu lingkungan. Bagus sih untuk menggugah kesadaran akan lingkungan.

Tapi sayangnya kebanyakan bergeser pada kepentingan entertain saja. Maksudnya, kebanyakan kegiatan dan semacamnya soal sampah itu hanya sekadar hiburan.

Tidak menyentuh pada
inti, dasar dan akar persoalan sampah. Kalau dulu disebut pencitraan, sekarang disebut entertain.

Keseriusan upaya pengelolaan sampah yang komprehensif dan holistic akhirnya terenggut. Direnggut oleh kegiatan entertain yang biasanya bisa melibatkan banyak orang dan diliput media.

Kegiatan entertain ini biasanya menghabiskan anggaran banyak tapi persoalan sampah tidak bergerak ke arah yang solutif.

Perjalanan waktu akhirnya membuktikan bahwa entertainment sampah itu tidak didasari dengan pengetahuan yang benar tentang pengelolaan sampah. Dan itu terlihat dari ketidakberlanjutan yang pasti.

Selesai kegiatan, dianggap selesai juga masalahnya. Sampah datang lagi tidak jadi urusan mereka. Yang penting acara atau kegiatannya sukses. Nanti pindah lagi, bikin kegiatan entertain yang lain lagi.

Para entertainer sampah itu sangat kreatif membuat kegiatan. Pandai membuat kegiatan dengan nama atau tema yang keren-keren. Tapi nggak ada hasilnya kecuali keuntungan pribadi dan golongannya sendiri saja.

Salah satu kebodohan yang mencolok adalah selalu ada pihak yang mendukung kegiatan entertainment sampah itu.

Dana pemerintah, swasta, CSR, EPR, hibah, bantuan semua disedot untuk kegiatan yang hasilnya hanya laporan, foto, video, berita dan dokumen saja.

Makin bagus laporannya, makin dianggap berhasil.

Karena memang banyak yang hanya butuh pencitraan. Supaya dianggap peduli pada lingkungan. Sementara sampah yang diproduksinya dalam jumlah amat besar.

Masyarakat sebenarnya sudah cerdas membedakan. Mana kegiatan entertain dan mana kegiatan yang serius mengelola sampah.

Kegiatan entertain sampah biasanya hanya begitu-begitu saja.

Tapi namanya selalu berubah-ubah tergantung kreativitas pelaksananya.

Para entertainer ini juga biasanya mengajak orang untuk melupakan masalah sampah atau lingkungan dengan inovasi baru. Nama inovasinya selalu keren, tapi sama sekali tidak menyelesaikan masalah.

Sangat mudah membedakan entertainment dengan yang serius ke arah pengelolaan sampah. Seperti membedakan gosip dengan berita yang faktual. (nra)

Foto: ilustrasi kegiatan “tanpa plastik” tapi menggunakan backdrop berbahan plastik.

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .