Kesalahan Memahami Universalitas Moral

Kesalahan Memahami Universalitas Moral

Entah sepuluh atau 12 tahun lalu saya gandrung pada filsafat. Meski pun saya kuliah di fakultas ekonomi, saya tertarik pada filsafat.

Itu karena saya ikut organisasi kemahasisawan yang ada ideologinya. Nah, ideologi itu sendiri berasal dari pemikiran-pemikiran. Ideologi merupakan gabungan dari beberapa pemikiran.

Singkatnya pemikiran adalah salah satu proses filsafat. Dasar dari ideologi merujuk pada filsafat. Akar dari filsafat adalah kebaikan. Dan inti dari kebaikan adalah moralitas.

Maka, moralitas adalah universalitas. Moral berarti segala hal yang positif dan tidak merugikan. Universal berarti tidak terbatas atau berlaku untuk semua.

Awalnya, saya berpikir moralitas lebih luas dari agama. Karena agama lebih mempersempit lagi nilai-nilai moralitas agar seseorang menjadi semakin baik untuk mendapatkan pahala dalam agamanya.

Sebagai contoh pernyataan berikut ini: Semua orang harus baik, karena secara moral manusia memang harus baik. Kodrat seorang manusia itu baik, bukan jahat. Namun, jika seseorang baik dan ingin mendapat pahala, maka dia harus punya agama.

Atas pernyataan itu saya seolah-olah tidak mementingkan agama. Atau menomor duakan agama.

Moralitas Diajarkan pada Nabi Adam

Setelah mendengarkan penjelasan Dr. Zakir Naik saya sadar selama ini salah. Karena ternyata, segala kebaikan yang jadi inti dari moralitas itu datangnya dari Allah.

Semua moralitas datangnya dari Allah. Namun, manusia tidak mengakuinya sehingga mereka mengatakan tanpa beragama pun seseorang bisa bermoral.

Moralitas yang datang dari Allah itu telah banyak diplesetkan oleh para filsuf kafir. Yang mata, telinga, mulut dan hati mereka tertutup bahwa segala ilmu dan kebaikan datangnya dari Allah. Diajarkan pertama kali pada Nabi Adam alaihissalam.

Tidak ada ilmu atau kebaikan dan moralitas yang diciptakan oleh manusia sendiri. Semua datangnya dari Allah. (nra)

Written by
Nara Ahirullah
Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .