Waspada “Sampah Visual” Pascapandemi Covid-19

Waspada “Sampah Visual” Pascapandemi Covid-19

Surabaya tahun ini mestinya ada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Iya, Emak kita bersama Tri Rismaharini sudah habis masa berlakunya sebagai Walikota. Sudah waktunya diganti.

Tapi rupanya dunia, teristimewa Surabaya tidak ingin Risma cepat berlalu. Pandemi Covid-19 datang dan akhirnya Pilkada Surabaya kemungkinan besar ditunda. Buktinya, sampai sekarang belum ada tahapan. KPU Surabaya sedang sibuk dengan #KPULAWANCOVID19.

Kondisi pandemi pun akhirnya dimanfaatkan untuk kampanye terselubung jelang pilkada yang tertunda. Poster dan banner tebar pesona politik pun bermunculan dalam pesan-pesan terkait Covid-19.

Wajah-wajah yang kemungkinan besar akan berebut kursi Walikota Surabaya bermunculan. Ada yang tanpa aling-aling memunculkan wajah dan nama. Dan ada juga yang pakai nama “relawan”. Seolah-olah relawan politik tidak dibiayai oleh orang direlawaninya.

Wajah-wajah itu muncul di banyak tempat. Di mulut-mulut gang pemukiman dan tempat-tempat strategis lainnya. Kontennya tentang Covid-19. Tapi semua orang tahu maksudnya.

Seorang teman anggota KPU Surabaya, Mas Bairi, mengatakan sampai saat ini yang begitu itu masih belum dianggap pelanggaran. Sebab tahapan Pilkada Surabaya belum dimulai.

Pilkada Surabaya mestinya dilaksanakan September 2020 ini. Karena pandemi ada kemungkinan mundur sampai 2021 atau 2022. Jika perlu diundur sampai 2025.

We want Risma again!!!

Nah, karena ditundanya bakal lama dan kampanye terselubung belum dianggap bukan pelanggaran, kita harus siap-siap kebanjiran sampah visual nih. Akan makin banyak poster berkonten lawan Covid-19 plus wajah bakal calon Walikota Surabaya.

Semua akan jadi sampah visual karena orang-orang sudah lelah dengan Covid-19. Pesan-pesan soal pandemi sudah tak digubris lagi.

Tapi bagi politisi yang gambarnya lebih besar daripada pesan-pesan tentang corona, tentu tak sia-sia. Kampanye tetap jalan. Peri Corona, datang pilkada. (nra)

Join the discussion

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .

Tentang Nara

Nara Ahirullah

Saya tidak pandai bercerita, tapi suka menulis.

Instagram

Instagram has returned empty data. Please authorize your Instagram account in the plugin settings .